TEKNIK BUDIDAYA LEBAH Trigona sp. DI DALAM BAMBU

Cornelia M. A Wattimena, M Loiwatu, L Pelupessy

Abstract


ABSTRAK

Salah satu hasil hutan non kayu adalah serangga berguna lebah madu diantaranya Lebah Trigona sp. Trigona sp. dikategorikan sebagai kelompok serangga sosial yang memiliki banyak manfaat, dan berkhasiat untuk kesehatan. Sarang lebah Trigona sp di Desa Suli sangat banyak ditemukan pada lubang-lubang goa, kusen-kusen pintu atau jendela milik masyarakat, sehingga  untuk memanen madu atau propolis dari lebah Trigona sp,  membutuhkan anggaran yang besar karena kusen pintu atau jendela harus dibongkar. Pengabdian ini dilakukan di desa Suli, berupa penyuluhan tentang beternak lebah tanpa sengat (Trigona sp) di dalam sarang ruas bamboo, dengan tujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang teknik budidaya lebah Trigon sp menggunakan sarang bambu sebagai tempat berkembang biak atau media yang mudah didapat dengan biaya yang murah. Teknik budidaya lebah Trigona sp di dalam bambu dimulai dari pembuatan rumah lebah dari bambu, menggergaji bambu dan membuat cincin, memindahkan lebah Trigona sp ke dalam bambu, kemudian bambu ditutup dengan selotip dan bambu siap diletakkan pada tempat yang sudah ditentukan atau disekitar tempat tinggal. Produk yang dihasilkan masih berupa produk mentah, sebab madu, propolis dan roti lebah masih bercampur. Agar siap dipasarkan, maka ketiganya harus dipisahkan.


                                                         ABSTRACT

One of the non-wood forest products is a useful insect honey bee including "Trigona sp" bees. Trigona sp. categorized as a social insect group that has many benefits, and nutritious for health. Trigona sp bee nest in Suli Village is very much found in cave holes, door frames or window belonging to the community, so to harvest honey or propolis from Trigona sp bee, requires a large budget because the door frame or window must be dismantled. This service is carried out in the village of Suli, in the form of counseling about raising bees without stings (Trigona sp) in the bamboo nest, with the aim to increase public knowledge about Trigon sp bee keeping techniques using bamboo nests as a breeding ground or easily accessible media at a low cost. Trigona sp bee cultivation techniques in bamboo starts from making bamboo bee houses, sawing bamboo and making rings, moving Trigona sp bees into bamboo, then the bamboo is covered with masking tape and the bamboo is ready to be placed in a designated place or around the residence. The resulting product is still a raw product, because honey, propolis and bee bread are still mixed. To be ready to be marketed, the three must be separated.


Keywords


Cultivation Technique ; Trigona sp ; Bamboo

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Adji Suranto, 2010. Dasyatnya Propolis Untuk Menggempur Penyakit. PT. Agro Media Pustaka. ISBN 979-006-301-1.

Guntoro, Y. P. 2013. Aktivitas dan Produktivitas Lebah Trigona leaviceps Di Kebun Polikultur dan Monokultur Pala (Myristica fragrans)

Hotnida C. H. Siregar, Asnath M. Fuah dan Yoke Octovianty. 2011. Propolis, Madu dan Multikhasiat. Penebar Swadaya. ISBN 978-979-002-472-4

Mahani, A. Karim dan Nunung Nurjanah. 2011. Keajaiban Propolis Trigona. Pustaka Bunda.

Manuhuwa, E. 2005. Assesmen Potensi Bambu dan Pemberdayaannya di Pulau Seram. Disampaikan pada Workshop Bambu Kerjasama UNIDO dan Pemda Maluku.

Sihombing. 2015. Ilmu Ternak Lebah. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta




DOI: https://doi.org/10.34124/jpkm.v2i2.36

Article Metrics

Abstract view : 190 times
PDF downloaded : 97 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.